6 Agustus 2021

Viral Pemudik Terobos Penyekatan Perbatasan Karawang-Bekasi, Ini Kata Polisi


KARAWANG, badung.info – Polisi angkat bicara terkait video pemudik terobos pos penyekatan di perbatasan Karawang-Bekasi. Video tersebut viral di media sosial.

Dilihat dari video yang beredar, pemudik terlihat menerobos pos penyekatan Karawang-Bekasi. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (8/5/2021) malam. Saat itu hujan deras mengguyur lokasi tersebut.

“Kalau lokasi memang benar itu di Kedungwaringin, Bekasi, tapi tidak benar menerobos. Tapi kami sengaja meloloskannya selama 30 menit, karena posisi pemudik menumpuk ada ratusan kendaraan dan mengekor panjang hingga perlu ada tindakan melepas pemudik. Kemudian dihalau di wilayah Tanjungpura, Karawang,” kata Kapos Sekat Kedungwaringin, Bekasi, Kompol Suwarto saat ditemui di lokasi, Minggu (9/5/2021).

Dia mengaku telah berkoordinasi terkait pelepasan pemudik ke wilayah pos sekat Tanjungpura, Karawang. Hal itu terpaksa dilakukan demi mengurai antrean panjang di pos sekat Kedungwaringin, Bekasi.

“Jadi kami sudah koordinasi dengan pos sekat di Tanjungpura, untuk menghalau pemudik yang kami lepas,” ucapnya.

Menurutnya alasan melepas pemudik merupakan bagian dari skema yang disiapkan. Terutama ketika terjadi penumpukan kendaraan dan juga kondisi-kondisi tertentu.

“Jadi pada jam 12 malam tadi, memang posisi hujan deras, terus pos kami mengalami mati listrik, sementara pemudik membludak, karena dalam keadaan puncaknya arus pemudik, terpaksa kami lepas penjagaan,” ucapnya.

Di tempat berbeda, Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengungkapkan pihaknya sejak pukul 12.00 malam hingga pukul 7.30 pagi, telah memutar balik 5.000 pemudik, yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Dari jam 12 tadi malam, saat hujan deras, sampe jam 7.30 pagi, nonstop kita sekat, saya bersama Dandim 0604 Karawang memimpin langsung, hasilnya ada 5.000 pemudik yang diputar balik,” kata Rama saat dihubungi melalui telepon selular.

Terkait pelepasan pemudik dari Bekasi, ia membenarkan saling koordinasi. “Ya tentu ada koordinasi, prinsipnya giat penyekatan di masing-masing pos dilaksanakan dengan saling koordinasi agar efektif mencegah pemudik,” ucapnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat menunda mudik demi mencegah penyebaran COVID-19. “Saya selalu mengimbau, untuk masyarkat agar menunda mudik, karena demi keselamatan bersama dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Adapun keterangan dari Kapos Sekat Tanjungpura Kompol Suparno mengungkapkan dalam menanggulangi puncak mudik, pihaknya telah menambah personel.

“Pos sekat Tanjungpura ini memang merupakan titik krusial, atau jalan utama bagi para pemudik dari Jakarta, jadi kami tanggulangi dengan penebalan petugas, ada kurang lebih, ada 65 sampai 70 personel disiapkan,” ucapnya.

Dilansir dari detikcom, dua pos sekat antara perbatasan Karawang-Bekasi, tampak arus terpantau lancar. Para petugas di dua pos sekat, yakni Kedungwaringin (Bekasi), dan Tanjungpura (Karawang) masih berjaga-jaga memeriksa pemudik dengan kendaraan roda dua, dan roda empat, pribadi ataupun non-pribadi.