28 September 2021

POLRI Bantah Maklumat Kapolri Tak Batasi Hak Berekpresi

JAKARTA, badung.info – Polri membantah tengah melakukan pengekangan kebebasan berekspresi, menyusul terbitnya Maklumat Kapolri soal pelarangan masyarakat yang bersentuhan dengan segala simbol atau atribut berbau Front Pembela Islam (FPI). Baik secara langsung ataupun daring.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengklaim, masyarakat tetap diperkenankan menggunakan simbol atau atribut ormas bentukan Rizieq Shihab tersebut, sepanjang tak menganggu ketertiban umum.

Namun, belum cukup jelas sejauh mana batasannya, termasuk bagaimana pemberlakuan pelarangan itu terhadap kerja pers.

“Banyak pertanyaan berkaitan kebebasan pers maupun kebebasan ekspresi yang penting bahwa dengan dikeluarkan maklumat ini kami tidak ada kaitannya dengan Undang-undang Pers. Tapi berkaitan dengan yang dilarang itu tidak diperbolehkan untuk disebarkan kembali ataupun kemudian diberitakan kembali,” ucap Argo dalam keterangannya, Jumat (1/1/2021).

Argo hanya menekankan, tindakan hukum berlaku bagi mereka yang menggunakan simbol dan atribut FPI untuk kepentingan perpecahan persatuan.

“Diperbolehkan, selama yang diakses atau diunggah tidak mengandung berita bohong, tidak berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas dan perpecahan serta menyinggung SARA,” ucap dia.

Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat soal pelarangan segala simbol berbau Front Pembela Islam (FPI). Maklumat ini jadi yang pertama kalinya dikeluarkan kepolisian dalam tahun baru 2021.

Dalam salah satu butir maklumat dikatakan, “Masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial.”

Ketua Dewan Pers Indonesia Muhammad Nuh, menanggapi butir maklumat tersebut. Baginya, pemberitaan soal FPI yang memang tengah jadi sorotan publik seyogyanya tetap diproduksi awak media. Kerja-kerja jurnalisme jangan terganggu dengan maklumat itu.

“Pers tetap berhak memberitakan, sejauh pemberitaannya memenuhi kode etik jurnalistik,’’ kata Muhammad Nuh.

Penulis : Hardianto / Editor : ARS