28 September 2021

Peternak Lokal Menjerit, Kiriman Lele Luar Pulau “Serbu” Bali

DENPASAR, badung.info – Peternak lele lokal Bali sejak beberapa bulan belakangan menjerit karena banyaknya pengiriman lele dari luar Bali. Hal itu berdampak pada perekonomian peternak lele lokal yang mengantungkan penghidupan dari budidaya lele di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal itu disampaikan Mangku Witnyana, salah satu peternak lele asal Gianyar, Jumat (22/01/2021).

“Lele dari Jawa berton-ton dikirim setiap hari ke Bali. Akibatnya, lele yang dibudidayakan peternak lokal banyak tidak laku,” kata Witnyana.

Menurutnya, faktor harga menjadi salah satu penyebab. Harga lele luar Bali dijual lebih murah. Pihaknya berharap pemerintah dalam hal ini Pemprov Bali bisa memahami kondisi yang dirasakan peternak lele lokal.

“Kita tidak melarang ada kiriman lele dari luar Bali. Tapi, sebaiknya Pemprov Bali membatasi. Misalnya maksimal dua ton perhari,” sebut Witnyana.

Banyaknya kiriman lele dari luar Bali demikian ujar Witnyana, menyebabkan banyak peternak lele lokal terancam gulung tikar. Untuk itu peran pemerintah sangat diharapkan agar sama-sama jalan.

“Selama pandemi, usaha lele menjadi sumber penghasilan. Kalau tidak terjual, bagaimana nasib kita,” sebutnya.

Saat ini, kebutuhan lele di Bali perharinya hampir diatas 10 ton. Namun, peternak lokal Bali kesulitan menjual karena banyaknya kiriman lele dari luar dalam jumlah yang sangat besar.

Penulis/Editor : Oka Suryawan/ARS