6 Agustus 2021

BADUNG, badung.info – Rahajeng #sahabatbawaslu Badung. Sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor : 0380/K.Bawaslu/HK.01.00/XI/2020 tanggal 9 November 2020 tentang Perubahan Keputusan Ketua Bawaslu Nomor : 0329/K.Bawaslu/HK.01.00/IX/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (Pengawas TPS) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020, maka hari ini minggu (15/11/20) Bawaslu Kabupaten Badung kembali melantik Pengawas TPS se-Kabupaten Badung (Gelombang ke-2), khususnya Pengawas TPS se-Kecamatan Mengwi, Kecamatan Kuta Utara dan Kecamatan Kuta Selatan yang akan bertugas mengawasi proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung Tahun 2020. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Bawaslu Provinsi Bali,  Pimpinan Bawaslu Kabupaten Badung, Camat, Danramil, Kapolsek serta jajaran Panwaslu Kecamatan.

Proses pelantikan Pengawas TPS di Kabupaten Badung khususnya hari ini di Kecamatan Mengwi, Kecamatan Kuta Utara dan Kecamatan Kuta Selatan dibagi menjadi beberapa sesi dan juga ruangan sesuai dengan protokol kesehatan dimana setiap sesi dan ruangan hanya diikuti oleh 50 Pengawas TPS dan tetap mencuci tangan serta memakai masker. Total Pengawas TPS yang sudah dilantik oleh Bawaslu Kabupaten Badung sejumlah 838 Pengawas TPS dari 996 Pengawas TPS yang dibutuhkan.

Dalam kegiatan ini dilakukan pengucapan sumpah janji oleh semua pengawas TPS dan penandatanganan Pakta Integritas  yang diwakili oleh beberapa Pengawas TPS serta dibacakan sambutan dari Ketua Bawaslu Republik Indonesia (Abhan, S.H., M.H.) yang berisi “Pengawas TPS mempunyai tugas mulia dalam melakukan pengawasan pemilihan. Pengawas TPS merupakan ujung tombak Bawaslu dalam melaksanakan tugas – tugas pengawasan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota. Keberadaan PTPS menjadi instrument penting yang akan ikut menentukan kualitas proses pemungutan dan penghitungan suara. Tentu Pengawas TPS yang demikian adalah sosok yang aktif dan progresif, mengerti tugas dan wewenangnya” (Kutipan Sambutan Ketua Bawaslu RI).

Setelah pelantikan, Bawaslu Kabupaten Badung dan jajaran Panwaslu Kecamatan memberikan pembekalan tentang tugas dan wewenang pengawas TPS selama bertugas dalam pemungutan dan penghitungan suara. Pengawas TPS memiliki masa kerja selama satu (1) bulan yaitu 23 hari sebelum dan 7 hari terhitung sejak pemungutan suara dan akan ditempatkan dimasing-masing TPS pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung Tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020.

Salam awas!