1 Desember 2021

Fakta Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Perairan Utara Bali

BALI,badung.info – Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di Perairan Bali kemarin. Hingga saat ini belum ditemukan adanya tanda-tanda penemuan kapal tersebut, operasi pencarian saat ini masih berlangsung.

Kapal Selam KRI Nanggala-402 belum ditemukan sejak hilang pada Rabu (21/4) dini hari kemarin. Berdasarkan keterangan tertulis Biro Humas Kemhan, KRI Nanggala-402 meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB, Rabu (21/4) kemarin. Setelah diberi izin, KRI Nanggala-402hilang kontak.

Perkembangan terbaru disampaikan oleh Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad, dalam jumpa pers di Lanud Ngurah Rai Bali, Kamis (22/4/2021). Ada juga fakta yang disampaikan oleh Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, yang dihubungi terpisah.

Ada beberapa fakta yang disampaikan, di antaranya sebagai berikut:

1. Pergerakan Terdeteksi tapi Belum Dipastikan Kapal Selam

Ada kabar simpang siur dari mengenai penemuan KRI Nanggala, salah satunya terkait laporan yang menyebutkan bahwa telah terdeteksi pergerakan di bawah air. Hal itu disebut telah dideteksi oleh KRI Raden Eddy Martadinata (331).

“Selanjutnya dari temuan tersebut juga ada laporan di samping temuan minyak KRI REM 331 melaporkan telah terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot kontak tersebut kemudian hilang sehingga masih tidak cukup untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam,” kata Achmad Riad.

Achmad Riad menegaskan kabar yang menyebutkan KRI Nanggala-402 sudah ditemukan tak bisa jadi rujukan.

“Jadi saya tegaskan kembali berbagai berita yang disampaikan sudah ditemukan 21 jam itu sebenarnya belum bisa digunakan sebagai dasar. Oleh karena itu saya berharap kepada rekan-rekan media untuk tidak membuat analisa, tidak memberitakan yang mungkin belum dipastikan kebenarannya sehingga memberikan ketenangan kepada masyarakat khususnya informasi ini,” tutur Achmad Riad.

2. TNI pastikan ada tabung oksigen di dalam kapal

Sampai saat ini kondisi krew kapal selam tersebut belum diketahui. Tap, TNI AL memastikan adanya tabung oksigen untuk awak di dalam kapal.

“Ada,” ujar Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, kepada wartawan, Kamis (22/4/20210). Namun Julius tidak merinci berapa jumlah tabung oksigen yang disiapkan dalam kapal selam.

Lebih lanjut, Julius juga menerangkan operasional kapal selam di bawah laut tergantung pada baterai. Dia menurutkan jika kapasitas baterai besar maka bisa tahan lama sampai berhari-hari.

“Kalau baterai tahan lama, berjam jam pun nggak apa-apa, berhari-hari pun nggak masalah. Dari baterai diubah akan menjadi teknologi nuklir yang lebih lama dia di bawah air. Selain kecepatan juga tenaganya, nuklir lebih efektif. Kalau baterai itu harus isi ke permukaan, naik ke permukaan, diisi, dicharge begitu, setelah penuh, turun lagi,” sambungnya.

3. TNI kerahkan 5 KRI-1 Heli

TNI AL mengerahkan 5 KRI dan 1 helikopter untuk pencarian KRI Nanggala-402. Beberapa di antaranya sudah bergerak menuju lokasi hilangnya KRI Nanggala-402.

“Sebagai informasi, terdapat beberapa KRI yang sudah dikerahkan, KRI Rigel, ada 5 KRI, dan 1 helikopter yang melakukan pencarian. KRI Rigel 933 saat ini sudah bergerak, yang digunakan pencarian Sriwijaya Air,” kata Kapuspen TNI, Ahmad Riad.

TNI AL optimistis KRI Nanggala-402 dapat ditemukan.

“Kita optimistislah, dalam arti kata kita sudah kerahkan semua sumber daya yang ada, peralatan ada. Indonesia juga punya peralatan tersebut, ada KRI Rigel nanti dibantu KRI Soeharso yang akan bawa peralatan untuk mendeteksi bawah laut,” ujar Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad dalam jumpa pers, Kamis (22/4/2021).

4. Panglima TNI-KSAL Pantau Pencarian di KRI Soeharso

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau langsung proses pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 di atas KRI Soeharso. Hadi didampingi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

“Beliau sudah sampai dan nanti akan naik helikopter menuju KRI Soeharso, meninjau langsung, dapat informasi. Segera setelah beliau kembali, saya akan informasikan kembali. Mudah-mudahan antara pukul 2 atau 3 kita laksanakan konferensi pers,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad.

5. KRI Nanggala-402 diduga hilang kontak 1 jam usai dapat izin menyelam

Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, menyampaikan dugaan KRI Nanggala-402 ini hilang kontak setelah 1 jam dapat izin menyelam.

“Hampir satu jam. (Pukul) 3 lebih, (pukul) 4 lebih, hampir satu jam,” kata Julius.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menuturkan KRI Nanggala-402 hilang kontak sekitar pukul 04.30. Sampai saat ini pencarian masih dilakukan.

Dilansir melalui detik.com “Terakhir komunikasi ketika 04.30 mau laksanakan penembakan sudah tidak ada komunikasi,” kata Marsekal Hadi, Rabu (21/4).

6. TNI buka 2 posko crisis center di Surabaya-Banyuwangi

TNI membuka dua posko crisis center hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402. Posko itu di Markas Komando (Mako) Armada II Surabaya dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi.

“Kemudian posko crisis center itu direncanakan di Mako Armada II Surabaya, juga direncanakan di Lanal Banyuwangi,” kata Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad.

Riad mengatakan posko itu dilengkapi dengan peralatan penyelamatan. Sehingga crew yang tiba di posko bisa langsung diselamatkan.

“Dengan beberapa peralatan pendukung, seperti ambulance MHT, hiperbarik chamber itu apabila ditemukan crew, jadi langsung dilakukan penyelamatan,” ujarnya.