28 September 2021

Berstatus Pelajar, Pelaku Parodi Indonesia Raya Ditangkap!

JAKARTA, badung.info – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polri mengamankan pelaku parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kasus ini terungkap berkat kerjasama antara Bareskrim Polri dan Polis Diraja Malaysia (PDRM).

“Ya benar,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Listyo Sigit Prabowo membenarkan informasi penangkapan ini kepada wartawan, Jumat (1/1/2021).

Awalnya, PDRM memeriksa saksi seorang WNI yang masih anak-anak. WNI berusia 11 tahun itu berada di Daerah Lahad, Datu, Sabah, Malaysia. Bocah ini menyatakan pelaku lagu parodi Indonesia Raya adalah pemilik akun YouTube My Asean yang berada di Indonesia.

Atas informasi tersebut, pada Kamis (31/12/2020) kemarin, Dittipidsiber Polri pun bergerak. Polisi kemudian mengamankan seorang laki-laki berinisial MDF dan sejumlah barang bukti di sebuah rumah kontrakan di wilayah Jawa Barat sekitar pukul 20.00 WIB. Dasarnya adalah laporan polisi dengan Nomor LP/B/0730/XII/2020/Bareskrim tanggal 30 Desember 2020.

Dittipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi mengatakan MDF masih berstatus pelajar. Anak yang berhadapan dengan hukum ini masih diperiksa di Bareskrim.

Dalam pengungkapan tindak pidana siber ini dilakukan secara terpadu oleh Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Metro Jaya dan Polda Jabar ini, MDF terancam melanggar UU ITE.

Hal ini dikarenakan MDF diduga telah melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan, dan/atau mengubah Lagu Kebangsaan, dengan nada, irama, kata-kata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan lagu kebangsaan.

Diketahui, video lagu ‘Indonesia Raya’ yang dibuat parodi itu diunggah oleh salah satu akun YouTube yang berlogo bendera Malaysia. Video itu berjudul ‘Indonesia Raya Instrumental (Parody+Lyrics Video)’.

Di video itu, terdapat ayam berlambang Pancasila dengan latar warna merah-putih. Video diawali dengan suara ayam berkokok. Aransemen lagu hampir sama dengan lagu ‘Indonesia Raya’. Sedangkan liriknya secara garis besar berisi penghinaan terhadap Indonesia. Ada juga yang menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI ke-1, Sukarno.

Penulis : Hardianto 
Editor : ARS