14 Juni 2021

Warga Temukan Potongan Tulang Manusia Berserakan di Lereng Batukaru

TABANAN, badung.info – Beberapa potong tulang diduga kerangka manusia ditemukan di lereng Gunung Batukaru, tepatnya di dalam hutan lindung memasuki Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Kamis (31/12). Potongan tulang tersebut diduga milik salah seorang warga yang dilaporkan hilang sejak bulan November 2020 lalu.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Kamis (31/12) sekitar pukul 20.00 Wita, warga asal Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, I Nyoman Budi dan I Komang Lolik  di Kantor Desa Pujungan menyampaikan sekitar 20 hari yang lalu mereka sempat berburu burung ke tengah hutan. 

Setelah berjalan kaki sekitar 3 jam, mereka menemukan tas belanja berwarna orange, pakaian, sandal, serta beberapa potongan tulang yang diduga merupakan tulang manusia.

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Pupuan, dan pada hari Jumat (1/1), Kapolsek Pupuan turun langsung ke hutan lindung bersama Bhabinkamtibmas Desa Karyasari Aiptu I Putu Wiramaja, Perbekel Desa Pujungan I Made Wisnu Wijaya dan staf, Ketua Linmas, Kadus Mekarsari, serta dua orang saksi dari warga Desa Pujungan. 

“Benar di lokasi kita temukan tas belanja berwarna orange berisikan tas plastik putih berisi sabun mandi merk Giv, pasta gigi merk Pepsodent, sikat gigi dan cermin bentuk segiempat, serta sarung bantal warna biru,” ujar Kapolsek Pupuan AKP I Ketut Agus Wicaksana Juliawan.

Selain itu, juga ditemukan baju kaos hitam gambar gajah dan tulisan Thailand, minyak GPU kecil, baju kaos motif garis-garis, baju kaos gambar dengan tulisan ‘I come Shanghai’, baju kaos hitam kombinasi crem. 

Ditemukan juga kain sarung atau kamen warna coklat, baju kaos hitam tanpa motif, celana pendek warna biru motif garis-garis kombinasi hitam dan celana dalam. “Barang-barang ini ditemukan dengan jarak 2 meter dan 3 meter dari posisi ditemukannya tas orange,” imbuhnya.

Selanjutnya yang membuat ngeri adalah adanya potongan tulang kaki kiri dari betis sampai jari-jari yang berjarak 5 meter dari posisi tas. Kemudian tulang rahang bawah dengan 7 gigi bagian depan sudah tanggal berjarak 7 meter dari posisi tas. “Serta beberapa tulang bagian yang berserakan di sekitar lokasi,” sambung AKP Juliawan.

Dijelaskannya, informasi mengenai penemuan tulang tersebut kemudian sampai ke Perbekel Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selamadeg I Gede Diatmika, yang ternyata salah satu warganya dilaporkan menghilang sejak bulan November 2020 lalu. Warga tersebut adalah I Made Subawa, 60, alias Pan Soma yang meninggalkan rumah sejak tanggal 2 November 2020. 

“Keluarga yang bersangkutan kemudian memastikan tas, baju, dan barang bawaan yang ditemukan di lokasi, sehingga diyakini tulang yang ditemukan itu adalah milik I Made Subawa,” tegasnya.

Terlebih yang bersangkutan sudah 6 kali pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarganya dan ditemukan di sekitaran hutan lindung.

“Menurut keluarga, yang bersangkutan sering berhalusinasi, dan sudah sering meninggalkan rumah. Terakhir ditemukan di dekat hutan lindung itu. Katanya yang bersangkutan selalu bilang mau ke Besakih,” sebutnya.

Padahal, medan untuk mencapai lokasi penemuan tulang itu bisa terbilang sangat sulit, harus menaiki dan menuruni tebing curam. Ditambahkannya, jika saat ini potongan tulang masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) dimana rencananya Perbekel Wanagiri bersama keluarganya akan ke TKP Sabtu (2/1).

“Apakah akan dievakuasi atau bagaimana masih kita koordinasikan, termasuk dengan Perbekel Desa Pujungan dan saksi yang harus mengantar ke TKP karena medannya cukup sulit,” tandasnya. 

Source : (bx/ras/rin/JPR)
Editor : ARS