13 Juni 2021

Vaksinasi Tahap ke-2 di Bali Sasar Lansia, Pendidik Hingga Pedagang Pasar

DENPASAR, badung.info – Mengawali Vaksinasi tahap ke-2 di Pulau Dewata, suntikan vaksin Covid-19 diawali disuntikan kepada Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, didampingi pula oleh Ny. Putri Haryani Ardana Sukawati menerima suntikan vaksin di RS Bali Mandara (RSBM), Sanur, Denpasar, pada Rabu (24/2/2021) siang.

Seperti diberitakan sebelumnya vaksinasi tahap kedua di Bali ini akan menyasar sebanyak 663.169 orang.

Adapun yang disasar yaitu beberapa instansi publik hingga lansia dan pedagang pasar.

Rincian vaksinasi tahap kedua ini mengikuti vaksinasi tahap kedua adalah Lansia 340.683 sasaran, pendidik 79.185 sasaran, pedagang pasar 75.757 sasaran, tokoh agama 1.240 sasaran, DPRD 411 sasaran, dan aparatur sipil negara (ASN) 54.444 sasaran. Selain itu, aparat keamanan 23.201 sasaran, pelayanan publik 53.582 sasaran, transportasi publik 27.554 sasaran, atlet 50 sasaran, serta petugas pariwisata, hotel, dan restoran sebanyak 7.062 sasaran.

Seusai memperoleh suntikan vaksin, penglingsir Puri ubud tersebut mengaku bersyukur diberikan kesempatan untuk mendapatkan suntikan vaksin tahap kedua yang secara prioritas akan menyasar masyarakat kategori lansia tersebut.

“Banyak yang bayangkan, vaksinasi (Covid-19,red) untuk lansia itu menakutkan tetapi setelah diikuti prosesnya aman-aman saja,” tandas mantan Bupati Gianyar ini setelah masa observasi pasca suntikan.

“Tidak ada gejala mual, pusing, dan semua baik-baik saja,” ucapnya lagi.

Untuk itu, Wagub Cok Ace mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengikuti proses vaksinasi Covid-19 yang diprogramkan pemerintah dan mendukung penuh upaya pemulihan pasca pandemi.

“Ngiring divaksin, agar Bali gelis aman dan sehat,” ajaknya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menjelaskan bahwa vaksinasi tahap kedua tersebut utamanya akan menyasar para lansia dan sektor pelayanan publik.

“Bisa pejabat negara, anggota dewan, ASN, pelaku pariwisata hingga pedagang pasar, semuanya masuk kategori pelayan publik,” tukas Suarjaya.

Vaksinasi kepada pejabat publik seperti Wagub dan sosok pejabat publik dan tokoh masyarakat lainnya menurut Suarjaya, juga sebagai suatu bentuk pesan kepada masyarakat bahwa vaksin bukanlah suatu yang patut ditakutkan.

“Sosok pejabat publik serta tokoh masyarakat, yang diantaranya juga masuk kategori lansia tersebut menunjukkan bahwa kita tidak perlu takut di-vaksin. Semua harus turut divaksin agar lebih aman dan imun terhadap Covid-19,” ujar Suarjaya.

Dirinya juga menjabarkan bahwa orang yang telah divaksin kemungkinan terinfeksi Covid-19-nya tiga kali lebih rendah dari orang yang tidak memperoleh vaksin.

“Orang yang sudah divaksin juga kemungkinannya tiga kali lebih ringan efeknya jika terinfeksi Covid-19. Namun walaupun sudah divaksin harus digarisbawahi masih harus tetap mengikuti protokol kesehatan, tetap tidak boleh abai,” katanya.

“Vaksin ini adalah untuk memberikan kekebalan pada setiap orang dan masyarakat agar kita memiliki kekebalan komunitas atau herd imunity,” tambahnya lagi.

Suarjaya juga menjelaskan bahwa untuk mencapai tingkat imunitas tertinggi, dari penelitian yang telah dilakukan butuh waktu selama 4 minggu sejak vaksin disuntikkan.

“Diharapkan dengan vaksinasi kedua, akan ada booster atau muncul kekebalan tambahan,” pungkasnya.

Bersamaan dengan Wagub Cok Ace, nampak pula turut menerima suntikan vaksin pada kesempatan tersebut Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali Trisno Nugroho, Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Al Katab, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII I Nengah Dasi Astawa, serta Bendesa Agung/Ketua MDA Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet.

Selain itu, Gubernur Bali periode 1998-2003 dan 2003-2008 Dewa Made Beratha juga hadir menerima dosis vaksin berjenis sinovac yang dikirim PT Biofarma tersebut.

Penulis/Editor : Budiarta/ARS