25 September 2021

Tanpa Ogoh-Ogoh, Satpol PP Badung Pastikan Tidak Ada Mabuk-mabukan

MANGUPURA, badung.info – Pada perayaan hari raya Nyepi tahun caka 1943 atau tahun 2021 sudah dipastikan tidak akan ada pengarakan ogoh-ogoh di Bali khususnya di Kabupaten Badung. Kendati demikian hari pengerupukan atau sehari sebelum hari raya Nyepi masih menjadi atensi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung. Saat hari pengerupukan, Satpol PP Badung akan melaksanakan patroli bersama TNI/Polri untuk mengantisipasi adanya kerumunan.

Kasatpol PP Badung, I Gst Agung Ketut Suryanegara saat dikonrmasi Jumat 12 Maret 2021 tak menampik semua itu. Pihaknya mengaku akan menurunkan semua personil untuk mengantisipasi adanya kerumunan orang. Selebihnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Badung di perpanjang. “Tetap kita lakukan atensi dengan baik. Semua itu juga sudah sesuai dengan SE dari Majelis Desa Adat, termasuk Dinas Kebudayaan,” jelasnya.


Lebih lanjut dirinya mengatakan akan menurunkan sebanyak 120 personil yang rutin dalam pelaksanaan PPKM mikro dalam atensi penyepian kali ini. Bahkan, akunya, akan melakukan patroli bersama TNI dan Polri untuk mengantisipasi
yang tidak diinginkan. “Sebelumnya kami juga sudah melaksanakan rapat dengan Polres Badung dan Polresta Denpasar. Selain atensi tim pemburu Covid-19 kami juga akan menindak kerumunan termasuk kegiatan yang menyimpang dari kegiatan agama ini,” bebernya.


Kendati demikian pihaknya berharap tidak ada kegiatan mabuk-mabukan saat hari raya pengerupukan.
Hanya saja pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik. “Jadi tetap melaksanakan PPKM dengan baik. Sehingga di hari suci Nyepi ini kasus positif Covid-19 bisa cepat menurun dan ekonomi bisa kembali pulih,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah Kasubag Humas Bag Ops Polres Badung, Iptu I Ketut Gede Oka Bawa, juga mengatakan hal yang sama. Pihaknya mengaku personil Polri dari masing-masing Polsek juga akan memantau situasi malam pengerupukan.
“Patroli tetap dilaksanakan untuk menjaga situasi yang kondusif,” katanya. Dikatakan jika ada pelanggaran atau kegiatan kerumunan akan dilakukan pembubaran langsung.
Bahkan tidak hanya peringatan sanksi administrasi dan denda pun bisa dilayangkan jika melanggar protokol kesehatan (prokes). “Semoga tidak ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Termasuk juga mabuk-mabukan,” tungkasnya. (*)

Source Tribun Bali