25 September 2021

Pentingkan Kesehatan Anak, Dewan Badung Sepakat Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

MANGUPURA, badung.info Jajaran dewan di Kabupaten Badung sepakat pembelajaran tatap muka ditunda untuk kedepannya.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi penyebaran kasus pandemi covid-19 yang ada di kabupaten Badung.

Pasalnya sebelum Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung menetapkan untuk tidak melanjutkan pembelajaran tatap muka, Jajaran dewan mengaku sudah was-was, dan akan memanggil Disdikpora.

“Kami sepakat jika pembelajaran tatap muka ditunda sampai waktu yang belum ditentukan,” Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Made Sumerta saat menggelar rapat bersama Disdikpora di gedung Dewan Badung pada Selasa (29/12/2020).

Pihaknya mengatakan dengan trend Covid-19 di Badung yang terus naik, pihaknya khawatir akan membahayakan kesehatan anak-anak. 

“Jujur saya agak wanti-wanti saat mendengar akan dilakukan pembelajaran tatap muka.

 Sekarang yang terpenting, kita pikirkan kesehatan anak-anak dululah,” ungkapnya dampingi Anggota Komisi IV Ni Luh Gede Rara Hita Sukma Dewi .

Rara Hita menambahkan, jika pihaknya pun sepakat pembelajaran tatap muka ditunda demi kesehatan anak-anak.

Namun selaku wakil rakyat pihaknya meminta disdikpora menekankan proses pembelajaran secara daring.

Bahkan tak jarang memberitahu guru untuk melihat kondisi dan keadaan siswanya secara langsung.

“Atau kalau bisa agar Disdikpora memberikan kebijakan kalau misalnya ada siswa yang benar-benar tidak mampu mengikuti pembelajaran, barangkali diperbolehkan ke sekolah maksimal 5 orang saja mungkin dengan tetap menerapkan prokes,” katanya.

Politisi asal Lukluk, Mengwi itu juga mengatakan  agar pihak Disdikpora juga memikirkan kuota anak-anak selama daring yang akan terus berlanjut sehingga proses pembelajaran di sekolah bisa berjalan dengan baik.

“Jadi guru penting tau kondisi siswa, jangan juga hanya diberikan tugas yang membuat siswa stres dan jangan pula mengabaikan siswa tersebut,” tungkasnya.

“Atau kalau bisa agar Disdikpora memberikan kebijakan kalau misalnya ada siswa yang benar-benar tidak mampu mengikuti pembelajaran, barangkali diperbolehkan ke sekolah maksimal 5 orang saja mungkin dengan tetap menerapkan prokes,” katanya.

Politisi asal Lukluk, Mengwi itu juga mengatakan  agar pihak Disdikpora juga memikirkan kuota anak-anak selama daring yang akan terus berlanjut sehingga proses pembelajaran di sekolah bisa berjalan dengan baik.

“Jadi guru penting tau kondisi siswa, jangan juga hanya diberikan tugas yang membuat siswa stres dan jangan pula mengabaikan siswa tersebut,” tungkasnya.

“Namun berdasarkan hasil koordinasi bersama pimpinan (Bupati,red) sepakat untuk
ditunda dalam waktu yang tidak bisa ditentukan dengan berbagai pertimbangan,” ujarnya.
“Kita di Badung ini masih zona merah. Selain itu juga adanya virus baru yang membuat Indonesia menutup kedatangan wisatawan mancanegara,” imbuhnya. Kendati demikian, pihaknya mengaku akan mengabarkan kondisi dan keputusan tersebut kembali ke pihak sekolah. Sehingga tidak lagi ada informasi yang simpang siur.
“Kami memang, sudah menyiapkan diri, bahkan semua sekolah lebih dari 90 siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun karena banyak pertimbangan kita tunda,” tegasnya kembali.

Lanjut dijelaskan, penundaan pembelajaran tatap muka tersebut akunya sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Sehingga pihaknya belum berani memastikan kapan pembelajaran tatap muka di Badung akan dilaksanakan.

Source Tribunews Bali