14 Juni 2021

Pasukan TNI Turun Tangan Mendisiplinkan Turis Asing dan Lokal yang Nakal

BADUNG, badung.info – Satgas Enforce Kerumunan Kodim 1611/Badung telah mendisiplinkan sebantyak 1.012 area yang tersebar di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Provinsi Bali. Dari 1.012 area tersebut, rata-rata menyasar tempat wisata dan hiburan malam.

“Untuk jumlah area yang sudah kami didisiplinkan 1.012 area merata di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, terdiri atas 10 Kecamatan dan rata-rata per kecamatan ada 90 titik lokasi yang disasar,” kata Kapenrem 163/Wira Satya Mayor (Arm) Ida Bagus Putu Diana Sukertia saat dikonrmasi di Denpasar, Minggu malam.

Dia mengatakan masih ada penambahan pendisiplinan area dari jajaran Kodim di setiap daerah di Bali yang tercatat selama perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Selain itu, ada beberapa tempat yang harus dilakukan pembubaran karena tidak mengikuti peraturan yang telah ditetapkan berupa pembatasan jam malam dan tidak berkerumun.
“Ada beberapa di tempat kegiatan yang dibubarkan karena pelaku usaha dan pengunjung membandel tidak memahami SE Gubernur Bali Nomor 808 tentang pengendalian aktivitas masyarakat melalui pembatasan jam malam yang maksimal sampai pukul 23.00 Wita,” katanya.
Dia mengatakan kegiatan sidak dilakukan berdasarkan beberapa laporan bahwa Bali masih menjadi sorotan akan tempat-tempat wisata yang mengundang keramaian.

Menurutnya, banyak satgas yang dibentuk dan diturunkan akan tetapi masih banyak pula masyarakat yang belum sadar untuk melaksanakan protokol kesehatan. Sementara itu, hingga akhir liburan Satgas Enforce Kerumunan Kodim 1623/Karangasem menyasar lima objek wisata dan Satgas Enforce Kerumunan Kodim 1626/Bangli menyasar empat objek wisata dan pasar yang biasa ramai di waktu libur. Kapenrem berharap sidak ini bisa meningkatkan partisipasi aktif warga masyarakat dalam mencegah serta memutus rantai penularan dan penyebaran COVID-19.
Selain itu, membantu menciptakan pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial ekonomi secara produktif dan aman serta untuk mengurangi dampak psikologis warga masyarakat akibat pandemi COVID-19, demikian Ida Bagus Putu Diana Sukertia.
(antara/jpnn)