26 September 2021

Ny. Putri Suastini Koster Perhatian Pada Kesenian Non -Tradisi

Denpasar, badung.info – Dalam acara Apresiasi puisi bertajuk “Ibunda Tercinta” Ny. Putri Suastini Koster menaruh perhatian pada
seni modern yang yang harusnya mempunyai wadah tersendiri.
Di Bali bukan hanya kesenian tradisional yang dapat dikembangkan, namun kesenian non tradisi juga bisa dijalani dengan baik. Hal
ini menunjukkan bahwa keberadaan seni modern memiliki banyak peminat dan membutuhkan wadah sebagai pengembangan diri
yang lebih diperhatikan. Untuk itu, Gubernur Bali Wayan Koster sudah memberikan satu ruang khusus bagi seniman modern, baik
itu sastra, teater dan lainnya.
Hal ini Ny. Putri Suastini Koster saat kegiatan apresiasi puisi bertajuk “Ibunda Tercinta” serangkaian peluncuran big book yang
merupakan kumpulan 64 puisi, disusun oleh Gde Artawan, Dewa Putu Sahadewa dan Wayan Jengki Sunarta, di Kertha Sabha,
Denpasar, Rabu (27/1).
Ny. Putri Suastini Koster mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti sejumlah penulis puisi di Indonesia secara hybrid dengan
penerapan PROKES yang ketat dan tes swab antigen ini bahwa seniman modern, baik sastra dan juga teater sudah dibuatkan wadah
khusus untuk berkesenian dan menampilkan sejumlah hasil karya kreativitasnya, yakni melalui Festival Seni Bali Jani yang di
dalamnya ada lomba teater, sehingga nanti bisa dikembangkan lagi oleh para seniman sastra modern.
Melalui seni modern, baik itu seni sastra dan teater mampu membangkitkan karakter yang berbeda dari masing masing
pelakonnya. Selain aktivitas seniman, dalam Festival Seni Bali Jani juga ada pameran buku berskala internasional, sehingga penulis
lokal akan bisa ikut bergabung untuk memperkenalkan karya tulisnya di sana.
Dengan turut serta mengadakan pameran buku, maka seorang penulis akan bangga dengan hasil kreativitas tangannya sendiri.
“Seniman Bali, pebisnis Bali jadilah tuan di rumahnya sendiri sehingga mampu memperkaya kaidah-kaidah sastra yang nantinya
dapat diterima oleh masyarakat Bali sebagai kekayaan daerahnya sendiri. Dan percetakan Bali diharapkan menjadi tempat bagi
penulis lokal untuk memajukan karyanya,” kata Ny. Putri Suastini Koster.
Wadah Festival Seni Bali Jani sudah memiliki peraturan daerah (Perda), memiliki anggaran dan juga jadwal sehingga seniman
modern hanya tinggal mengisi, berkarya, bekerja dan berinovasi sehingga festival ini mampu menjadi besar melalui tangan-tangan
seniman yang menggawangi seni non tradisi.
Dengan menunjukkan kemampuan seniman, maka festival seni bali jani akan menjadi wadah bagi seniman yang nantinya akan
hidup dan menjadi tempat berkreasi dan tumbuh kembangnya kesenian non tradisi untuk menampilkan karya seni.
Pada hari yang sama yang juga bertepatan dengan hari kelahirannya, Ny. Putri Suastini Koster yang didampingi Tim Redaksi 9 juga
menyerahkan 1/4 ton beras dan sejumlah uang di Yayasan Peduli Kanker Anak Bali yang mengasuh sebanyak 340 orang anak.