26 September 2021

MoU Nyepi Stasiun TV-Radio, Pemprov Bali Minta Tak Siaran & WiFi Umum Dimatikan

DENPASAR – badung.info – Pemprov Bali bersama DPRD Bali dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) terkait perayaan Hari Raya Nyepi. Dalam Mou itu, lembaga penyiaran diminta tidak melakukan siaran dan WiFi internet di tempat umum akan dimatikan selama Hari Raya Nyepi.
“Kalau misalkan MoU itu, karena ini bagian dari kegiatan reguler maka saya kira harus dijalankan,” kata Ketua KPID Bali, I Made Sunarsa di Diskominfos Provinsi Bali, Kamis (4/3/2021).

MoU tersebut tertuang dalam Nomor 480/062/KPID, 480/3056/PI/Diskominfos, 480/1386/DPRD tentang imbauan tidak bersiaran dan/atau merelay siaran pada Hari Raya Nyepi tanggal 14 Maret 2021. Di Pasal 5 dalam MoU itu mengimbau kepada seluruh lembaga penyiaran radio, televisi, baik lembaga penyiaran publik, lembaga penyiaran publik lokal, lembaga penyiaran swasta, lembaga penyiaran komunitas dan lembaga penyiaran berlangganan untuk tidak melakukan aktivitas siaran pada Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hari Minggu (14/3), mulai pukul 06.00 WITA hingga Senin (15/3) pukul 06.00 WITA.

Meski demikian, KPID Bali tidak akan memberikan sanksi apabila ada yang melanggar. Dia meminta kepada seluruh lembaga penyiaran untuk menghormati perayaan Hari Raya Nyepi.

“Jadi kemudian jika ada lembaga penyiaran yang melanggar maka kami pastikan itu pasti akan kenakan sanksi. Karena ada di pasal di mana lembaga penyiaran harus menghormati kepentingan publik. Lembaga penyiaran harus menghormati keberagamanan. Jadi saya mohon MoU ini tetap dijaga supaya tidak ada yang melanggar,” terangnya.

“Yang jelas karena ini pasalnya yang kira-kira dilanggar adalah melanggat kepentingan publik, kita akan kasi teguran tertulis,” sambungnya.

Kepala Diskominfo Provinsi Bali, Gede Pramana mengatakan pihaknya akan mematikan WiFi internet di tempat umum selama Hari Raya Nyepi. Namun, layanan internet di tempat penting seperti rumah sakit tidak akan dimatikan.

“Artinya data seluler itu kan HP kan, tapi internet di rumah nanti hidup. Artinya rumah sakit semua dapat jaringan internet. WiFi hidup, tapi wiFi di tempat-tempat terbuka mati, kan supaya tidak ada yang keluar, tidak ada yang melanggar. Kita tetap menjaga keheningan di Hari Raya Nyepi ini. Jadinya data seluler di tempat-tempat yang umum dia mati. Tapi di tempat yang vital dia hidup. Jaringan internet di rumah bisa nyala, rumah sakit nyala, internet di hotel pun nyala karena kan ada karantina dan sebagainya,” kata Pramana.

Source : detikcom