14 Juni 2021

Karena Pandemi, Industri Rumahan di Desa Kapal Diarahkan Pasarkan Secara Online

KAPAL, badung.info – Sejak pandemi merebak dan menyebabkan beberapa sektor usaha kecil maupun menengah ikut terdampak, akhirnya berimbas pada penjualan produk menjadi turun drastis.Dalam kondisi tersebut tentu dibutuhkan strategi penjualan lebih kreatif lagi agar produk ditawarkan benar-benar mampu diserap pasar walaupun dalam kondisi ekonomi seperti saat ini. 

Lurah Kapal, I Nyoman Sudiarta menyampaikan, sejak pandemi melanda penjualan produk pelaku usaha industri rumahan atau home industry di Kelurahan Kapal khususnya mengalami penurunan drastis. Melihat kondisi tersebut akhirnya penjualan produk secara konvensional diarahkan ke penjualan secara online. 

Dengan melakukan penjualan secara online di tengah menurunnya minat konsumen berbelanja secara langsung, sedikit tidaknya mampu menyerap pasar dibanding melakukan penjualan secara langsung.”Jika dilihat dari 3.000 jumlah KK di Kelurahan Kapal kurang lebih 1.000 orang warga bergerak di home industry. Dengan beragam usaha mulai, usaha janur, cetak beton, Bale Badung, Bale saka dan lain-lain yang masih sebagian besar saat itu melakukan penjualan secara langsung,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/3) pagi.

Dari jumlah pelaku home industry tersebut rata-rata mengalami keterpurukan terdampak pandemi. Melihat kondisi tersebut akhirnya diarahkan agar sebagian besar pelaku home industry mengalihkan sistem penjualan secara langsung ke online.

“Dalam situasi Covid-19 menyebabkan penjualan produk menurun maka dari itu, pelaku usaha mikro di Kelurahan Kapal akhirnya disarankan agar melakukan penjualan secara online. Sehingga, pelaku usaha mampu menjankan usaha dengan baik serta konsumen dapat membeli atau memesan tanpa harus datang langsung ke Desa Kapal jadi lebih praktis,” paparnya.


“Sebelum Covid-19 para pembeli datang langsung membeli barang dan pembayaran pun dilakukan secara langsung di tempat.Akan tetapi, saat ini hal tersebut tidak perlu dilakukan dan langkah tersebut tentu mampu mengurangi intensitas bertemu langsung, apalagi di tengah merebaknya Virus Covid-19 seperti saat ini,” paparnya.

Dari pantauan, penjualan secara online telah berjalan dengan baik serta mendapat respon positif di tengah-tengah masyarakat. Maka dari itu, Sudiarta menyarankan, agar pelaku usaha lain terutama yang belum memasarkan produk secara online agar sesegera melakukannya karena akan memberi dampak positif mulai produk ditawarkan akan lebih banyak diketahui serta jangkauan pasar bisa lebih luas dijangkau. Dilansir dari Beritabali.com