26 September 2021

Jenazah Menggunakan Mobil Bak Terbuka Sempat VIRAL, Diklarifikasi RS

BULELENG, badung.info – Pihak RSUD Buleleng angkat bicara soal pemulangan jenazah I Gede Seni, warga Kubutambahan yang menggunakan mobil bak terbuka, Sabtu (23/01/2021), yang viral di media sosial dan banyak mendapat cuitan negatif nitizen.

Dirut RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha menerangkan, bahwa sebelumnya memang almarhum Gede Seni sudah masuk dalam kategori pasien tidak mampu dan tidak memiliki jaminan, namun pembayarannya ditangguhkan dan dipiutangkan. Akan tetapi jika nantinya pihak keluarga tidak mampu membayar maka hal itu bisa diputihkan.

Disinggung soal pemulangan jenazah almarhum dengan menggunakan mobil bak terbuka, justru Ia mengaku tidak tau persis seperti apa.

Menurutnya, selama ini pasien yang sudah memberi panjer sebagai status umum, sebenarnya bisa memakai mobil jenazah rumah sakit. Akan tetapi saat itu pihak keluarga almarhum hanya mengaku akan memakai mobil carry.

“ Kami pikir carry ada yang tertutup, tapi ini kok justru terbuka. Karena sebelumnya juga banyak yang mengangkut jenazah keluarganya sendiri,” ujarnya.

Bahkan, ia tidak menampik bahwa pihak keluarga almarhum yang menghendaki pemulangan jenazah menggunakan mobil bak terbuka dengan alasan agar tidak ribet, akan tetapi Ia sama sekali tidak menduga bahwa hal itu malah di bagikan oleh salah seorang hingga viral di media sosial. “ Iya hal itu sempat di expose di medsos, dan sangat disayangkan nitizen yang berkomentar tidak tahu jalan ceritanya,” ungkapnya

Sementara itu Kepala Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana ikut menyayangkan apa yang terjadi di media sosial terkait warganya yang pulangkan jenazah menggunakan mobil bak terbuka.

Ia mengatakan almarhum dan keluarga sebelumnya memang sudah terdata sebagai penerima jaminan kesehatan PBI yang disubsidi pemerintah karena masuk dalam keluarga miskin atau tidak mampu.

Akan tetapi semenjak almarhum bekerja maka mendapatkan tanggungan BPJS dari perusahaan tempatnya bekerja, maka otomatis subsidi jaminan kesehatan dari pemerintah dicabut.

Setelah dicabut, mewabahnya Covid-19 memaksa perusahaan melayangkan pemutusan hubungan kerja terhadap almarhum dan tunjangan BPJS dari perusahaan dihentikan. Usai hal itu terjadi almarhum jatuh sakit dan keluarga telah melaporkan hal itu ke kantor.

“ Kami diperangkat desa sudah memfasilitasi dengan berkordinasi dengan pihak dinas sosial agar bisa kembali mendapat jaminan kesehatan. Sehingga rencananya bulan februari jaminan itu keluar, namun takdir berkata lain, beliau meninggal dunia di RSUD Buleleng Sabtu Kemarin,” tuturnya.

Kemudian terkait postingan yang sempat viral di media sosial pihaknya pun meminta maaf kepada Dinas Sosial, dan Dirut RSUD Buleleng atas kejadian tersebut. Akan tetapi ia tidak menampik jika almarhum masih mempunyai utang biaya perawatan di RSUD Buleleng dan RS Bali Med, sehingga pihaknya memohon bantuan kepada para donatur agar dibantu melunasi biaya di dua RS tersebut.

“ Tentu kami sangat menyayangkan, mungkin memang maksudnya baik, tapi kesannya pemerintah tidak hadir memfasilitasi, padahal diri sudah membijaksanai terkait pemulangan jenazah, meskipun masih menunggak,” tutupnya.

Informasi yang dikumpulkan media ini menyebutkan, sebelumnya almarhum Gede Seni sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bali Med sejak Senin (11/01/2021). Berselang lima hari perawatan almarhum kemudian dipindah ke RSUD Buleleng pada tanggal (16/01/2021). Namun sayang ia kemudian dinyatakan menghembuskan nafas terakhirnya Sabtu (23/01/2021).

Penulis : Nyoman Darma

Editor : ARS